Etika Tata Cara Jamuan Makan
ETIKA TATA CARA JAMUAN MAKAN
( Untuk memenuhi
tugas matakuliah etika profesi yang diampu oleh dosen Sri Hasta Mulyani,
S.kom.,M.kom)
Nama Kelompok :
1. FENDI
SETIYANTO 15230010
2.
ANDI WICHAKSONO 15230011
PROGRAM
STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
RESPATI YOGYAKARTA
2018
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah
Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, zat Yang Maha Indah
dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengan segala kasih
sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya. Alhamdulillah
berkat Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat
serta salam mahabbah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW,
sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya.
Akhirnya dengan
segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjasa
memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan makalah ini.
Kami
menyadari bahwa dalam proses penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah
berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat
selesai tepat waktu.oleh karena itu kami dengan rendah hati dan dengan tangan
terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan paper ini. Harapan
kami semoga paper ini dapat memenuhi standar penilaian tugas paper etika tata
cara jamuan makan, dan dapat digunakan sebagai informasi dan pembelajaran bagi
pembaca selanjutnya
Yogyakarta,08
Mei 2018
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................i
KATA PENGANTAR
...............................................................................ii
DAFTAR ISI
............................................................................................iii
BAB I. TABEL MANNER
.........................................................................1
A. Pengertian
Table Manner .......................................................1
B. Tata
Cara Table Manner ........................................................2
a. Etika Menurut Budaya Jawa
...................................................4
b. Etika
Makan Internasional .......................................................5
c. Etika Makan Dalam Jamuan Bisnis ........................................11
d. Etika Makan di Kantor
............................................................11
C. Aturan
Penempatan Alat Makan (Table Setting) ...................13
D. Aturan
Umum Table Manner .................................................14
E. Hal-hal Yang Harus di Perhatikan Dalam Jamuan Makan .14
F. Tata
Cara Berbicara Dalam Jamuan Makan ..........................15
G. Tata
Cara Posisi Duduk Dalam JamuanMakan ....................15
H. Hal-hal
Yang Tabu Dilakukan Dalam Jamuan Makan ........16
I. Table
Manner diberbagai Negara ...........................................17
J. Tata
Cara Penggunaan Napkin .............................................21
BAB II. PENUTUPAN ............................................................................23
A. Kesimpulan
............................................................................23
B. Saran
.....................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA
..............................................................................24
BAB I
TABLE MANNER
A. PENGERTIAN TABLE MANNER
Etika Makan atau Table Manner adalah aturan yang harus
dilakukan saat bersantap bersama di meja makan.Etika makan diperkenalkan oleh
bangsa Eropa yang merupakan aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama
di sebuah acara resmi atau acara makan bersama di keluarga besar.Meskipun
sebebarnya Etika tersebut telah ada jauh sebelum peradaban Eropa menyebar ke
seluruh dunia.
Jika mampu menunjukkan sopan santun di meja makan,
sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan kualitas pergaulan,
intelektualitas dan etika pergaulan seseorang.Etika makan tidak dibentuk secara
tiba-tiba. Kualitas etika makan harus dilakukan sejak usia anak dan remaja.
Dengan kebiasaan sehari-hari dengan melakukan etika makan yang baik maka
merupakan proses pembelajaran yang sangat baik. Bila etika makan dibentuk
secara instan maka akan menghasilkan kualitas etika makan yang canggung dan
tidak luwes. Bila seseorang diundang di sebuah restoran terkenal atau jamuan
makan malam resmi dengan meja makan yang sudah di setting sedemikian rupa harus
mengikuti aturan etika makan yang baik.Setiap negara memiliki aturan meja makan
yang berbeda-beda.
Untuk masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan
profesional, table manner paling banyak diadopsi dari standar Amerika. Meski
tentu saja tetap dicampur dengan adat kebiasaan orang Indonesia itu sendiri.
B. TATA CARA TABLE MANNER
Bicara tentang cara makan atau tata cara makan, cara
makan bisa berhubungan dengan cara kita menggunakan alat untuk menyantap
makanan atau bisa juga berhubungan dengan bagaimana kita makan seperti makan
cepat, lambat, pakai banyak sambal, dan lain sebagainya.
Untuk alat makan, Di Indonesia sebagian besar orang
biasa makan dengan menggunakan sendok dan garpu. Ya inilah cara makan
yang umum di gunakan di Indonesia, selain cara makan langsung dengan tangan
tentunya. Tapi di samping itu ada banyak cara makan dengan menggunakan
peralatan lain di Indonesia, beberapa di antaranya adalah:
1) Sendok dan garpu
Ini adalah cara makan yang sangat
umum di Indonesia dan pasti anda telah paham bagaimana makan dengan cara
seperti ini. Anda tinggal memegang sendok di tangan kanan dan garpu di
tangan kiri (kecuali anda kidal).
Makan dengan sendok dan garpu sangatlah mudah, sendok
digunakan untuk mengambil makanan dan garpu dapat digunakan untuk menusuk
makanan atau membantu mengumpulkan makanan di sendok, begitu mudah. Jika
anda makan mie, anda bisa menggunakan garpu untuk memilin mie dan memakannya
atau bisa juga menggunakan garpu untuk mengangkat sebagian mie lalu menaruhnya
dahulu pada sendok anda. Kesulitan utama dalam makan dengan sendok dan
garpu adalah pada saat anda memakan daging berukuran besar seperti saat makan
steak. Jika anda makan steak dengan sendok dan garpu, maka cara terbaik
yang bisa anda lakukan adalah menusukkan garpu untuk menahan daging lalu
menggunakan ujung sendok untuk membuat potongan kecil dari daging steak,
walaupun hal ini mungkin sulit dilakukan kalau daging steak anda liat / tidak
lunak.
2) Pisau dan garpu
Makan dengan garpu dan pisau saat ini menjadi makin
umum dengan menjamurnya rumah makan yang menyediakan steak sebagai hidangan
utamanya, bagaimana cara menggunakannya? Cara makan dengan pisau dan garpu
tidaklah sulit, anda tetap memegang garpu di tangan kiri anda serta pisau di
tangan kanan anda. Garpu digunakan untuk menusuk dan menahan makanan pada
tempatnya selagi anda memotong makanan tersebut menjadi potongan yang lebih
kecil menggunakan pisau anda. Setelah terpotong, maka anda memakan
potongan kecil tadi menggunakan garpu, jangan menggunakan pisau anda untuk
memakan makanan, karena selain tidak benar hal ini juga beresiko menyebabkan
lidah anda teriris pisau secara tidak sengaja. Kekurangan dari penggunaan
pisau dan garpu adalah anda akan kesulitan menyantap makanan yang berkuah, anda
mungkin akan tetap membutuhkan sendok untuk menikmati kuah dari makanan anda.
3) Sumpit
Makan dengan memakai sumpit juga bukan merupakan hal
yang asing di Indonesia. Tempat-tempat makan bertema Jepang, Cina, atau
Korea biasanya selalu menyediakan sumpit bagi anda. Makan dengan
menggunakan sumpit memiliki seni tersendiri, anda harus bisa memegang sumpit
dengan benar agar dapat menyantap hidangan anda dengan nyaman dan terhindar
dari rasa sakit atau nyeri di tangan akibat cara memegang sumpit yang salah.
Saat makan dengan sumpit, usahakan untuk selalu menjepit makanan anda dengan
sumpit dan jangan menusuk makanan serta menggunakan sumpit seperti anda
menggunakan garpu.
4) Pulukan / Menggunakan tangan
Makan dengan menggunakan tangan adalah salah satu cara
makan yang wajar di Indonesia, khususnya untuk menyantap makanan-makanan yang
tidak berkuah. Makan dengan menggunakan tangan sangatlah mudah, hal yang
perlu anda perhatikan adalah usahakan anda hanya menggunakan bagian ujung dari
jari-jari anda saat makan. Biasanya orang yang makan dengan lahap dengan
menggunakan tangan akan terlihat sangat menikmati makanannya dan membuat orang
yang melihat jadi lapar ingin ikut makan.
5) Suru
Untuk yang satu ini, mungkin suru adalah kata yang
asing bagi telinga anda. Suru adalah sebuah alat makan yang biasanya
terbuat dari daun pisang, dan biasa digunakan untuk menyantap pecel di beberapa
daerah di Jawa Tengah. Suru berfungsi seperti sendok, dua atau tiga
lembar daun pisang berukuran sekitar 3 x 7 cm ditumpuk menjadi satu, lalu anda
memegang salah satu ujung daunnya dengan cara ibu jadi di bagian atas dan
menekan bagian tengah daun agar bagian tengah daun melengkung ke dalam, lalu
jari telunjuk dan jari tengah di bagian bawah daun kiri dan kanan untuk
menopang daun. Setelah itu daun akan menjadi seperti sendok dan siap
digunakan untuk makan.
a. ETIKA MAKAN MENURUT BUDAYA JAWA
· Bagi sebagian
masyarakat Jawa yang masih menjunjung adat, makan adalah kegiatan sehari-hari
yang tidak boleh terlepas dari sopan santun dan aturan budaya jawa.
1. Setiap
gerak, ucapan dan perilaku harus lebih diutamakan
2. Saat suatu
keluarga mengadakan jamuan makan, tempat duduk ini diberikan pada tamu yang
paling mereka hormati atau yang paling di tuakan. Jika sang tamu terhormat atau
yang paling tua belum duduk, tamu lain belum diperkenankan duduk. Acara makan
juga belum dimulai jika tamu terhormat belum mulai makan.
3. Saat
santapan dimulai, orang muda harus menunggu orang yang lebih tua, baik untuk
mengambil nasi atau untuk memulai makan.
4. Saat makan
sebaiknya tidak menggunakan suara yang keras atau tertawa yang keras.
5. Bila
mengambil nasi atau lauk sebaiknya mengambil dalam porsi yang cukup, kalau
kurang bartu tambah lagi. Jangan sampai menyisakan sisa makanan didalam piring.
6. Saat
mengunyah sebaiknya tidak berbunyi dan dengan mulut tertutup.
7. Jangan
bersendawa dan gelekan setelah makan.
8. Bila
diundang menjadi tamu di dalam jamuan makan di rumah, sebaiknya mencobai semua
jenis makanan yang ada meskipun sedikit.
9. Menambah
porsi makan tidak masalah asal jangan berlebihan.
b.
Etika Makan Internasional
Menghadiri
perjamuan makan ala Barat atau Internasional hendaknya memperhatikan etika
berikut:
1. Hendaknya
menunggu makanan sudah tersedia di depan semua tamu, setelah nyonya rumah
memberi isyarat baru mulai bersantap. Sebelum nyonya rumah mengambil sendok
atau garpu, para tamu hendaknya tidak mengambil makanan apapun.Ini adalah
kebiasaan orang Amerika, yang agak berbeda dengan beberapa negara di Eropa.
2. Serbet makan
hendaknya dibentang di atas lutut. Bila agak besar, hendaknya dilipat dan
diletakkan di atas paha.Apabila agak kecil, boleh dibuka keseluruhannya. Serbet
makan meskipun boleh dikenakan di sekeliling leher atau di depan dada, namun
terlihat kurang sedap dipandang, maka sebaiknya jangan dilakukan.
3. Boleh
menggunakan serbet makan untuk menyeka mulut ataupun jari tangan, namun jangan
dipakai untuk menyeka peralatan makan.
4. Pada saat
makan duduklah tegak, jangan terlalu miring ke depan, juga jangan meletakkan ke
dua siku di atas meja, agar tidak membentur tamu di samping.
5. Dalam
menggunakan pisau dan garpu, hendaknya tangan kanan memegang pisau, tangan kiri
memegang garpu. Bila hanya menggunakan garpu boleh menggunakan tangan
kanan.Dalam menggunakan pisau, bagian yang tajam jangan menghadap ke luar.Terlebih
lagi jangan menggunakan pisau memasukkan makanan ke dalam mulut.
6. Sewaktu
memotong daging jangan menimbulkan suara berisik beradunya pisau dan piring.
Ketika makan mie, boleh dimakan dengan dililitkan pada garpu, jangan ditusuk.Di
pertengahan jalan bila meletakkan pisau dan garpu, hendaknya diletakkan di atas
piring dengan membentuk huruf V terbalik yaitu 八.
7. Apabila
pisau dan garpu diletakkan bersama memiliki arti telah selesai makan.
8. Roti
hendaknya diambil dengan tangan, kemudian diletakkan pada piring kecil di
samping atau di bagian pinggir piring besar, janganlah mengambil roti dengan
menusukkan garpu. Mentega hendaknya diambil dengan pisau mentega, jangan
menggunakan pisaunya sendiri.Mentega yang diambil diletakkan di piring kecil di
samping, jangan langsung dioleskan di atas roti.Jangan memotong roti dengan
pisau, juga jangan mengoleskan mentega keseluruh permukaan roti, melainkan
setiap kali dicabik sedikit, diolesi dan dimakan.
9. Salad
dimakan dengan garpu. Garpu dipegang dengan tangan kanan, ujungnya menghadap ke
atas.Bila salad dimakan bersama roti atau kue kering, tangan kiri boleh
memegang sepotong roti kecil atau kue kering, membantu garpu mengambil salad.
10. Ketika
menyantap ikan, tangan kiri boleh memegang roti, tangan kanan memegang pisau
untuk menyingkirkan duri. Tulang dan duri ikan yang sudah berada dalam mulut
jangan langsung diludahkan ke dalam piring, melainkan ditangkap dengan garpu
dan diletakkan di atas piring dengan perlahan.Atau diupayakan tanpa menarik
perhatian diambil dengan tangan dan diletakkan dipinggir piring, jangan dibuang
di atas meja atau lantai. Biji buah hendaknya
11. Makanan di
dalam mulut hendaknya ditelan dulu sebelum minum, jangan mendorong makanan di
dalam mulut dengan air. Perlu diperhatikan untuk menyeka mulut sebelum minum
air dari gelas agar tidak mengotorinya.
12. Pada saat
menyantap jangan mengangkat mangkuk atau lepek. Minum kuah boleh kopi jangan
meletakkan sendok di dalam gelas.
13. Bersantap,
terutama minum kuah jangan mengeluarkan suara. Pada waktu mengunyah hendaknya
menutup mulut.
14. Jangan
membuang ingus atau bersendawa di meja makan. Bila bersin atau batuk hendaknya
meminta maaf kepada orang di sekeliling.
15. Di meja
makan jangan mengorek gigi. Bila ada yang mengganjal di sela gigi, terpaksa
harus dikeluarkan, hendaknya menutupi mulut dengan serbet makan, sebaiknya
menunggu tidak ada orang lain baru dikeluarkan.
16. Waktu makan
selalu berdiam diri adalah kurang sopan, hendaknya berbincang dengan orang di
sebelah. Namun pada saat mengunyah jangan berbicara.Sekalipun ada yang mengajak
Anda berbicara, juga mesti menelan dulu makanan di mulut baru menjawab.Sewaktu
berbicara boleh tidak meletakkan pisau garpu, namun jangan sambil
menggerak-gerakkannya di udara.
17. Di meja
makan, segala makanan hendaknya di-ambil dengan pisau dan garpu. Hanya seledri,
buah-buahan, snack kering, buah kering, permen, irisan kentang goreng, jagung,
paha katak, roti dan lain-lain, boleh dimakan dengan dipegang tangan.
18. Ketika
pelayan membagikan makanan secara berurutan, saat sampai di sebelah kiri, baru
merupakan giliran Anda. Bila pelayan masih berdiri di sebelah kanan janganlah
mengambil, saat itu merupakan giliran tamu yang ada di sebelah kanan Anda untuk
mengambil makanan.
19. Waktu
mengambil, sebaiknya setiap macam diambil sedikit, dengan demikian
akan menyenangkan nyonya rumah. Kalau memang sangat tidak menyukai makanan
tertentu, juga boleh mengatakan, Terima kasih, tidak.
20. Ketika
nyonya rumah akan mengambilkan makanan untuk anda. Anda boleh menyodorkan
piring bersama pisau dan garpu kepa-danya atau menyerahkan kepada petugas.Bila
beliau tidak menawarkan kepada anda, andapun tidak dapat meminta tambah, karena
berbuat demikian sangatlah tidak sopan.
21. Beberapa
jenis makanan seperti roti, mentega, selei, acar, buah-buahan yang dikeringkan,
permen dan lain lain, perlu menunggu nyonya rumah mempersilahkan baru boleh
disantap.
22. Para tamu
ketika bergilir mengambil makan, tamu pria selayaknya mempersilahkan tamu
wanita disampingnya mengambil dahulu, atau menawarkan jasa untuk
mengambilkannya.
23. Sewaktu
makan, jangan mengambil makanan melintasi muka orang. Bila memerlukan sesuatu
hendaknya disampaikan melalui bagian belakangnya.
24. Setelah
makan, para tamu hendaknya menunggu nyonya rumah berdiri baru satu per satu
mengikutinya meninggalkan meja makan. Meninggalkan perjamuan ketika masih makan
atau ketika perjamuan belum selesai adalah kurang sopan.Setelah berdiri, tamu
pria hendaknya membantu kaum wanita untuk mengembalikan kursi ke tempatnya
semula.
25. Serbet makan
diletakkan di atas meja, jangan dilipat seperti keadaan semula.
26. Agar seluruh
perjamuan dipenuhi atmosfir menggembirakan dan harmonis, bukan saja para tamu
mesti berperilaku tepat dan sopan, sikap tuan dan nyonya rumah juga sangat
menentukan.
27. Setelah
perjamuan dimulai, kewajiban tuan dan nyonya rumah adalah memfasilitasi komunikasi
yang hidup dan menarik, setiap tamu tidak terabaikan. Bila ada seseorang yang
membicarakan topik yang kurang tepat, tuan rumah hendaknya secara cerdik segera
mengalihkan topik pembicaraan.
28. Dalam
perjamuan, tuan rumah hendaknya menunggu para tamu selesai menyantap sejenis
makanan baru melanjutkan dengan jenis berikutnya.
29. Tuan rumah
hendaknya tidak makan terlalu cepat, bila kebanyakan orang sudah selesai,
sedangkan ada beberapa orang masih belum menyelesaikannya, maka sebaiknya
mengurangi kecepatan agar tidak ada tamu yang merasa kurang nyaman.
30. Dalam
perjamuan, tuan rumah hendaknya berusaha keras agar setiap tamu merasa nyaman
dan leluasa. Andaikan seorang tamu menjatuhkan pisau garpu di lantai, hendaknya
dengan sopan segera mengupayakan penggantinya.
31. Bila seorang
tamu tanpa sengaja memecahkan piring atau mangkuk, nyonya rumah hendaknya
dengan tenang membereskannya dan mengucapkan kata-kata yang menghibur, jangan
menunjukkan wajah yang tidak senang.
32. Tuan rumah
tidak boleh memerinci perhitungan biaya yang dikeluarkan dalam perjamuan di
depan para tamu.
c. Etika Makan Dalam Jamuan Bisnis
Jangan sepelekan etika makan saat berbisnis. Sebab, berdasarkan hasil
survei lembaga riset diketahui, 49% Bagian Keuangan menyatakan sebagian besar
keberhasilan transaksi bisnis justru terjadi di luar kantor, seperti di
restoran atau tempat entertain yang lain. Hasil survai juga menyebutkan yang
menjadi wakil perusahaan wajib mengerti tentang bagaimana cara meng-entertain
(menghibur) klien dan tata cara makannnya. Sebab, hal itu mempengaruhi citra
perusahaan.Cara makan seseorang itu menunjukkan karatkernya dan berpengaruh
terhadap citra perusahaan. Hubungan Sosial, entertaining etiquette bertujuan
mempererat hubungan sosial antara yang mengundang maupun tamunya, baik untuk
kepentingan bisnis atau keperluan lainnya. Tips bagi pengundang, tentukan
restorannya, datang lebih awal, siapkan pembayaran, dan selalu menawarkan.
Sementara bagi penerima undangan jangan terlambat, perhatikan kode-kode
undangan, beri tahu jika vegetarian/ alergi terhadap makanan tertentu.
d. Etika Makan Di Kantor
Jam istirahat yang terlalu singkat, ingin berhemat, kantin yang jauh dari
kantor, masih banyak pekerjaan yang belum selesai, atau sekedar malas keluar
kantor adalah beberapa alasan yang membuat karyawan seringkali melewatkan makan
siang mereka. Namun, dengan alasan kesehatan yang berdampak pada produktifitas
kerja, mau tidak mau tubuh harus tetap mendapatkan asupan makanan agar bisa
terus bekerja.Hasilnya, membeli makanan lalu menyantapnya di meja makan siang
atau sekedar ngemil di meja kerja pun menjadi pilihan.Perut tetap terisi, dan
schedule pekerjaan tetap jalan sebagaimana yang direncanakan.
Makan di meja kerja memang lazim dilakukan oleh para karyawan, bahkan jika
peraturan perusahaan sebenarnya tidak memperbolehkan hal tersebut.Sekalipun ada
‘toleransi’ dari perusahaan demi menjaga kesehatan dan performa kerja karyawan,
bukan berarti Anda dapat mengabaikan etika. Di bawah ini adalah beberapa rules
yang harus diperhatikan tentang etika makan di kantor:
1. Make it
simple. Anda tetap harus ingat bahwa meja kerja bukanlah meja makan, jadi
sebaiknya bawa makanan yang tidak terlalu menghabiskan banyak tempat dan
dikemas dengan praktis
2. Jangan makan
di depan klien atau sambil bicara di telepon. Berhati-hatilah jika
sewaktu-waktu klien Anda masuk ke ruang kerja atau menghampiri meja
Anda.Hentikan aktivitas makan jika Anda harus melayani mereka.Jika pekerjaan
Anda berhubungan dengan pemakaian telepon, jangan pernah mengangkat telepon
atau berbicara dengan mulut penuh makanan.
3. Hindari
makanan berbau tajam.Makanan yang mengandung bawang atau bahan beraroma kuat
dan masih panas mungkin terasa menggugah selera bagi Anda, tapi belum tentu
teman kerja Anda menyukainya.Karena itu pilihkan makan siang yang tetap nikmat
dimakan walaupun sudah dingin. Selain dapat menganggu orang lain, aroma yang
terlalu kuat dapat menarik perhatian.
4. Perhatikan
waktu makan. Gunakan waktu break Anda dengan sebaik-baiknya. Meskipun
seolah-olah Anda makan sambil bekerja, tapi performa kerja Anda tidaklah
maksimal.Selesaikan dengan cepat makanan Anda, kemudian bersiaplah bekerja
kembali.
5. Jaga
kebersihan.Bersihkan meja kerja Anda setelah makan, jangan sampai ada sisa
makanan yang tertinggal.Selain demi kenyamanan Anda bekerja, remah-remah yang
terselip di keyboard atau di meja Anda adalah media yang baik untuk
perkembangan bakteri merugikan.
6. Hargai rekan
kerja Anda.Saat Anda sedang asyik makan, mungkin rekan kerja Anda masih sibuk
bekerja.Maka hargailah mereka dengan tidak membuat terlalu banyak keributan
atau mengajak mereka mengobrol.Apalagi jika mulut Anda penuh dengan makanan,
selain tidak sopan juga untuk mencegah Anda secara tidak sengaja menyemburkan
makanan ke wajah mereka.
7. Bersihkan
diri setelah makan.Karena Anda masih harus bekerja setelah makan, jangan lupa
untuk mencuci tangan dengan sabun untuk kebersihan dan menyikat gigi. Selalu
bawa sabun atau hand sanitizer jika tempat kerja Anda adalah shared workspace.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, diharapkan Anda dapat tetap menjaga
etika sekalipun sebenarnya makan dalam kantor dianggap kurang pantas. Selain
itu, jika memang memungkinkan ada baiknya mulai memisahkan antara waktu bekerja
dan makan atau istirahat siang. Hal ini supaya dua-duanya dapat berjalan baik
tanpa saling mengintervensi satu sama lain.
C. ATURAN PENEMPATAN ALAT MAKAN (TABLE SETTING)
Penataan meja makan di hotel dan restoran memiliki
setandar internasional.Baik jenis alat makan maupun napkin.Ukuran napkin
standar jamuan resmi yang disarankan untuk hotel dan restoran adalah 45 x 45 cm
sampai dengan 50 x 50 cm. Adapun peletakan napkin biasanya diletakan di atas
dinner plate atau piring makan.Adakalanya, napkin diletakkan disebelah kiri
piring makan.Berikut table setting atau peletakan alat makan standar internasional.
D. ATURAN UMUM TABLE MANNER
Ada beberapa aturan table manner yang umum dilakukan yaitu;
1. Cuci tangan
sebelum makan atau pergi ke meja makan.
2. Makan dengan
tangan kanan Anda saat akan menyentuh makanan anda menggunakan tangan.
3. Jangan mulai
makan sebelum tuan rumah menginstruksikan tamu untuk melakukannya. (jika makan
di rumah orang).
4. Jika sudah
siap memesan menu, lihat daftar menu dengan wajar, jangan terlalu lama. Segera
menunjuk menu yang anda pilih.Setelah itu biasanya pelayan mempersilakan anda
mencicipi menu pembuka atau Appetizer.(Apabila makan di restoran).
5. Selalu
menutup mulut ketika mengunyah makanan.
6. Berbicara
dengan volume suara yang rendah.
7. Tutupi mulut
saat batuk atau bersin
E. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM JAMUAN MAKAN
1. Jangan
Menggeliat atau menyandarkan badan sehabis makan.
2. Jangan
membersihkan gigi di depan tamu.
3. Tutup mulut
anda dengan serbet atau napkin apabila anda batuk.
4. Hindari
meletakkan tangan atau siku anda di atas meja makan.
5. Jangan
menaruh obat-obatan di atas meja makan.
6. Jangan
memperhatikan orang yang sedang makan atau mempermainkan alat-alat makan selama
kita menunggu makanan.
7. Jangan
menyisir rambut di meja makan.
8. Untuk wanita
dapat memperbaiki lipstik atau bedak ringan, akan tetapi lebih baik apabila
dilakukan di kamar kecil (Toilet).
9. Sewaktu
makan tidak menimbulkan bunyi.
10. Jangan
memegang alat makan sewaktu berbicara.
11. Jangan
mengajak berbicara teman semeja kita sewaktu akan menyuap makanan.
12. Apabila kita
menerima cindera mata atau bingkisan dari seseorang, tidak dibenarkan untuk
menanyakan harga atau isinya.
F. TATA CARA BERBICARA DALAM JAMUAN MAKAN
1. Hindari
berbicara saat makanan masih di dalam mulut
2. Hindari
bicara sambil menunjuk ke arah seseorang atau gerakan tangan yang berlebihan
3. Hindari
memotong, menguasai pembicaraan
4. Sesuaikan
intonasi berbicara, jangan terlalu keras atau lemah lembut
G.
TATA CARA
POSISI DUDUK DALAM TABLE MANNER
1. Bila anda
sudah duduk di kursi, langsung ambil napkin dan letakan di atas pangkuan
2. Posisi kaki
lurus dan jangan disilangkan
3. Posisi badan
tegak
4. Atur jarak
duduk anda dengan meja, jangan terlalu dekat atau terlalu jauh
H.
HAL – HAL
YANG TABU DILAKUKAN DALAM JAMUAN MAKAN
Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan selama
jamuan makan yaitu sebagai berikut:
1. Selama
jamuan makan berlangsung, jangan duduk membungkuk atau bersandar malas.
Duduklah dengan tegak dengan jarak badan dengan tepi meja selebar lima jari.
Hindari mengembangkan kedua belah siku dan meletakannya di atas meja makan.
2. Jika jamuan
dilakukan di rumah dan anda duduk satu meja dengan host (tuan rumah), jangan
buka napkin sebelum tuan rumah melakukannya. Serbet makan hanya digunakan untuk
menyeka jari tangan dan bibir.Jangan sekali-kali menyeka keringat, hidung atau
membersihkan peralatan makan dengan napkin.
3. Jangan
menyuap makanan dengan porsi yang besar, apalagi mengunyah dengan berkecap.
Kunyah makanan dengan posisi mulut tertutup dan tanpa kecap.Berbicara ketika
mulut masih penuh makanan juga harus dihindari.
4. Minum
dilakukan pada saat mulut tidak terisi makanan. Teguklah perlahan tanpa
mengeluarkan bunyi.
5. Jangan
berbicara atau mengambil hidangan tanpa meletakan peralatan makan terlebih
dahulu.
6. Jika anda
melakukan kesalahan, seperti menumpahkan minuman atau menjatuhkan alat makan.
Jangan panik, segera minta maaf dengan tamu yang diduk disekeliling kita dan
panggil waiter untuk membersihkannya.
7. Apabila ada
hidangan yang disajikan dengan sumpit, makan dengan posisi kepala agak menunduk
agar tidak berjatuhan. Jangan menusuk makanan dengan sumpit atau mengembalikan
makanan yang telah di ambil.
8. Jangan
mengambil makanan yang berlebihan sehingga piring anda terlihat seperti gunung.
Ambil seperlunya dan tambah lagi jika anda menginginkannya.Usahakan jangan
meninggalkan meja selama jamuan berlangsung. Jika anda terpaksa harus
meninggalkan ruangan dan akan kembali lagi, mintalah ijin dan letakan napkin di
sandaran atau di dudukan kursi sebagai tanda anda akan kembali lagi.
9. Usahakan
jangan meninggalkan meja selama jamuan berlangsung. Jika anda terpaksa harus
meninggalkan ruangan dan akan kembali lagi, mintalah ijin dan letakan napkin di
sandaran atau di dudukan kursi sebagai tanda anda akan kembali lagi.
10. Merokok
sebaiknya dilakukan bila semua tamu telah selesai menyantap hidangan penutup.
Biasanya dilakukan saat digestif drink pada akhir jamuan.
11. Sebisa
mungkin jangan menggunakan tusuk gigi di meja makan, lakukan di toilet. Jika
terpaksa dilakukan, tutup mulut anda dengan napkin atau telapak makan sebelah
kiri.
12. Di akhir
jamuan, sampaikan sedikit pujian kepada tuan rumah atau pihak penyelenggara,
seperti makananya lezat atau suasana pestanya meriah. Ucapkan terima kasih
dengan memberi senyuman dan berpamitlah.
I.
TABLE
MANNER DI BERBAGAI NEGARA
Dunia ini memiliki banyak sekali kebudayaan yang
beraneka ragam. Apalagi jika sudah terpisahkan benua, bahkan negara tetangga
sekalipun, cara dan tradisi mereka bisa saja bertolak belakang. Berkaitan
dengan hal itu, cara makan di tiap negara yang secara garis besar terpisahkan
oleh benua pun pastinya berbeda-beda dan beragam, sebagai berikut :
1. Jepang
Masakan Jepang dikenal dengan julukan the healthies
food in the world.Tidak hanya itu, jenis makanan dan teknik memasaknya sangat
variatif. Seperti robatayaki, teknik memasak yang sangat tradisional, yaitu
dengan cara memanggang bahan makanan di atas bara api. Juga tepanyaki, yang
dalam bahasa Indonesia berarti besi pemanggang, banyak ditawarkan di resto
Jepang. Bahan makanan juga dimasak oleh koki dengan aksinya langsung di depan
umum. Biasanya di orang2 jepang makan dengan menggunakan sumpit dan mangkok.
Bahkan terkadang untuk makanan yang susah di ambil dengan sendokpun mereka
masih tetap menggunakan sumpit. selain itu, saat mereka makan, mereka tidak
duduk dikursi atau lesehan tetapi seperti BERLUTUT dan dialasi bantal.kalau
makan sup dan makanan berkuah lainnya harus diseruput, terus gak boleh
menuangkan saos di nasi dan menggunakan 2 pasang sumpit untuk mengambil satu
lauk (biasanya tidak sengaja 2 orang mengambil lauk yg sama).
2. China
Sejarah panjang kuliner China
ternyata berlaku pula untuk tata cara makannya yang telah berusia ribuan tahun.
Tata cara makan China yang berkembang hingga saat ini berasal dari zaman
Dinasti Zhou pada abad ke-11. Tata cara makan ala kerajaan ini kemudian
berkembang dengan berbeda di tiap-tiap wilayah China. Dulu, perbedaan tata cara
makan tergantung pada strata sosial yang terbagi menjadi kelompok
ningrat,pejabat,pedagang,rakyat biasa. Sekarang umumnya tata cara makan hanya 2
macam, yakni tuan rumah dan tamu. tata cara makan di china mirip seperti
Jepang, hanya ada sedikit perbedaanantara lain seperti :
1. Tempat duduk
paling utama biasanya ditempatkan menghadap timur atau pintu masuk.
2. Etnis China
juga memiliki kebiasaan bersulang. Namun sulang tidak dilakukan bersamaan
melainkan berurutan mulai dari tamu terhormat, diikuti yang duduk di
sebelahnya, hingga tempat duduk terakhir.
Saat santapan dimulai, orang harus menjaga cara makannya agar tetap sopan. Orang muda harus menunggu orang lebih tua mengatakan, Ayo makan, untuk mulai makan.
Saat santapan dimulai, orang harus menjaga cara makannya agar tetap sopan. Orang muda harus menunggu orang lebih tua mengatakan, Ayo makan, untuk mulai makan.
3. Aturan dalam
memegang mangkuk, jempol harus berada di tepi mangkuk di dekat mulut.
3. Arab
Anda tidak akan menemukan sendok dan garpu di
meja-meja makan orang arab, karena kenikmatannya mereka lebih suka makan dengan
tangan. Selain itu mereka suka makan ramai-ramai dalam satu tempat, misalnya
nasi di tempatkan di wadah yang agak besar & dari wadah inilah mereka makan
berjamah.Selain nasi juga di tumpuk daging, bisa daging kambing dan onta.
Makanan Arab memang kebanyakan terbuat dari daging dan semacam roti yang
bentuknya bulat.Salah satu kebiasaan lain ialah makan sambil ngobrol, bahkan
jika makan sudah selesai, tetap dilanjutkan. Dan juga makanan berlebih setiap
selesai makan.Ambilah makanan yang terdekat dengan anda, jika anda ingin
mengambil makanan yang letaknya agak jauh, maka permisi terlebih
dahulu, karena memang meja makannya besar dan panjang.
dahulu, karena memang meja makannya besar dan panjang.
4. Amerika
Serikat
Pasca Perang Dunia II, AS sebagai pemenang perang
menerapkan budaya santap makan baru. Jadwal kerja dibuat seefisien mungkin
dengan cara Amerika yaitu sistim one hour lunch break. Peradaban Latin mereka
yang sudah berumur ribuan tahun mengajarkan bahwa makan adalah ritual yang
sacré.Setelah kenyang menyantap makanan utama, diperlukan waktu santai sambil
minum kopi.Disini kita menyebutnya dengan istilah menurunkan nasi sebelum
melanjutkan kerja. Ini memakan waktu paling tidak 2 jam.Tahun 1980-an, pada
waktu gerai-gerai McDonald, Kentucky Fried Chicken dan lain-lain memulai
ekspansinya dari AS ke berbagai negara di dunia menawarkan fastfood. Tidak
dapat dibantah bahwa fastfood adalah budaya gastronomi AS.Burger, hot dog
bahkan pizza adalah makanan asli Eropa yang dulu juga ikut bermigrasi ke
Amerika, pasca pelayaran Christopher Columbus. Kini mereka menyebar ke seluruh
penjuru dunia, termasuk kembali ke Eropa dengan wajah lain, yaitu wajah
fastfood àla Amerika Serikat. biasanya mereka makan menggunakan pisau dan
garpu.
5. Eropa
MENU utama bergaya Eropa identik dengan penggunaan
saus dan pasta. Di Inggris, cara makan kita harus sesuai dengan table manner.
Jika tidak, kita akan dicap sebagai orang yang kurang tahu sopan santun. mirip
seperti orang2 di ameerika, mereka pun juga kebanyakanmakan menggunakan pisau
dan garpu. Mulai makanan ringan sebagai pembuka hingga hidangan penutup, yang
bisa menyajikan enam jenis menu atau bahkan lebih. Banyak hidangan bisa disajikan,
mulai abalone (kerang), udang, hingga risotto khas Italia.Hidangan utama ala
Eropa biasanya hampir sama. Rata-rata menggunakan saus, daging sapi, atau aneka
bahan baku dari laut, kata chef spesialis menu Eropa, Wijaya Gunawan.
Hidangan utama bergaya Eropa biasanya juga disesuaikan
dengan tema serta acara yang akan dilangsungkan. Menu utama ala Eropa yang
paling banyak digemari adalah yang menggunakan saus, pasta, ataupun bahan-bahan
seperti daging asap dan kentang. Menu utama ala Eropa juga disajikan dengan
segelas champagne atau wine.
J. TATA CARA PENGGUNAAN NAPKIN
Di dalam table setting, yang dimaksud napkin adalah
serbet makan. Dalam jamuan makan, napkin memiliki fungsi dan kegunaan sebagai
berikut;
1. Menghias dan
memperindah dekorasi meja makan.
2. Menutupi
pangkuan waktu makan, agar makanan dan minuman yang terjatuh tidak mengotori
pakaian.
3. Untuk
membersihkan atau menyeka mulut. Ketika ada makanan atau noda yang menempel di
bibir.Cara menggunakannya, tarik serbet dari pangkuan, kemudian lipat segi empat
atau segi tiga.Tekan-tekan ke bibir yang terkena noda makanan.Kembalikan napkin
ke pangkuan.Tidak disarankan menggosok atau menyeka bibir terlalu kuat, cukup
ditekan-tekan saja.
4. Memberikan
kode atau isyarat kepada pelayan. Jika anda akan meninggalkan meja makan
sebentar, misalnya ke toilet atau ada keperluan lain dan akan kembali ke meja
makan. Lipat napkin segi empat dan letakan napkin di atas sandaran atau
pegangan kursi.Jika kursi tidak memiliki sandaran atau pegangan, letakkan
napkin di atas tempat duduk. Ini sebagai tanda kepada pelayan agar alat makan
dan hidangan di atas meja makan anda tidak dibersihkan karena anda akan kembali
lagi.
5. Ketika
selesai makan, lipat napkin segi empat dan letakan di sebelah kanan
atau kiri piring makan anda. Jangan membiarkan serbet ditinggalkan begitu saja
tanpa dilipat, ini menandakana anda kurang memahami etiket jamuan mak
6. Jangan
menggunakan napkin untuk mengelap ingus/kotoran hidung. Mengalungkan napkin di
leher dan menutupi dada dianggap kurang etis di dalam jamuan makan.
7. Napkin juga
berfungsi sebagai menutupi mulut saat anda mengeluarkan tulang, biji atau
mengambil kotoran yang terselip digigi.
Tata cara penggunaan napkin:
v Bukalah
serbet setelah anda duduk
v Serbet hanya
digunakan untuk menyeka bibir
v Gunakan ujung
serbet yang ditopang dengan jari tengah dan telunjuk untuk menyeka bibir
v Bila
meninggalkan meja, letakkan serbet disandaran kursi atau pegangan kursi (bila
ada)
v Bila selesai
makan tinggalkan serbet makan di meja makan.
BAB II
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Etika Makan ini merupakan table manner yang wajib dilakukan dalam acara
makan yang bersifat resmi.
Table Manner mempunyai Sangat banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan.
Selain sebagai pengalaman, Table Manner juga bisa membantu dalam penyesuaian
diri saat mendapat jamuan resmi, sehingga tidak memalukan dan kikuk untuk dapat
bergabung dengan rekan-rekan yang sudah terbiasa lainnya.
Table Manner akan membuat kita lebih percaya diri, lebih luwes dalam
perjamuan makan yang resmi. Dimana hal ini sangat bermanfaat sekali jikalau
benar-benar terjadi nantinya kita tidak akan kaku dan etika kitapun akan
terjaga dengan baik dimata semua orang yang hadir dalam jamuan makan tersebut.
B. SARAN
Makan, adalah alat bantu komunikasi. Paham etiket di meja makan mempermudah
kita dalam pergaulan. Dalam acara jamuan makan, tata cara makan atau table
manner merupakan hal utama yang penting diperhatikan. Tata cara makan
menunjukkan siapakah diri kita sebenarnya.
DAFTAR
PUSTAKA

Casino Bonus | The best online casino 2021 - Kadangpintar
ReplyDeleteEnjoy live casino online. 제왕 카지노 Get our free bonus offers. You may also find that a live casino games selection may not 온카지노 include a casino bonus or 카지노